ku sebut ia "ummi"

dalam sebingkai rahim aku dihidupkan..
dalam seribu kasih sayangnya aku nyaman..
ia bilang aku cukup mend'o'a kannya..
itu sudah lebih katanya..
seabait demi sebait coba kuuntai..
merekahkan ketulusannya biar kulihat..
agar ku bisa membelai..
memberinya bahagia dan selamat..
duhai pujangga yang membisu..
apakah kau pilu dengan ibumu?!
apakah kalbumu sudah membeku?!
sungguh dusta yang kau tunggu..
sebait demi sebait coba kurangkai..
demi secercah senyuman yang kudamba..
hingga kelak bunga dikebun bisa kusemai..
dan ku petik untuknya..
Agam, 22 Des. '14

Komentar